Fasad Rumah

Saat ini banyak dijumpai berbagai macam rumah yang dibangun dilahan sempit khususnya diperkotaan seperti kota besar di Jakarta Tangerang Bekasi Bandung Semarang Surabaya Medan Yogyakarta Solo Malang Makasar dan Batam. Hal ini membuat beberapa penghuni rumah membuat cara agar rumah yang dihuninya terasa lebih nyaman aman untuk ditinggalin serta memiliki nilai estetika .

Rasa ketertarikan pada sebuah rumah tinggal dapat diwujudkan melalui beberapa cara, salah satunya melalui tampilan fasad ( Tampak depan rumah ). Mengapa demikian ?? Karena fasad merupakan perwujudan karakter yang di cita-citakan oleh pemilik rumah. Berbagai macam dan bentuk dan tema sebuah rumah di tampilkan melalui wujud fasad, dan fasad lah yang menjadi kesan pertama ketika orang melihat suatu rumah, untuk itu tampilan fasad sangat penting bagi penghuni itu sendiri maupun orang di sekitarnya.

Konsep yang telah dikatakan sebelumnya akan terlihat menarik pada tampilan fasad apabila diwujudkan dalam 3 komponen pokok yaitu warna, material dan detail tercapai keharmonisan desain yang saling mendukung. Sehingga pengolahan yang baik dan rapih akan menciptakan kesan fasad yang diinginkan oleh pemilik rumah.

Fasad digunakan untuk menyebut tammpak depan sebuah bangunan, fasad rumah adalah wajah sebuah rumah yang merupakan cerminan dari pemilik rumah, sehingga fasad rumah merupakan bagian yang cukup penting dan sebaiknya di desain semenarik mungkin.

Ada empat cara pokok yang dapat dilakukan untuk membuat fasad rumah tampil menarik yaitu dengan paduan warna, detail arsitektur, aplikasi material dan kombinasi dari ketiga unsur tersebut.

  • Panduan Warna

Berbagai macam warna dapat banyak ditemukan di pilihan warna dasar atau kommbinasi warna dasar. Warna sendiri meiliki arti dan makna tersendiri tergantung dari sudut pandang pengamatnya. Berdasarkan sudut pandang arsitektur warna mewakili ekspresi sebuah desain. Namun secara teori dasar warna sendiri dibagi menjadi 4 kelompok yaitu warna primer, sekunder, tersier dan netral

1). Warna Primer

Warna primer merupakan warna dasar yang tidak memiliki campuran dari warna-warna lain akan tetapi warna-warna lain yang merupakan campuran dari warna dasar ini ( Merah, Biru, Kuning ).

2). Warna Sekunder

Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer dengan perbandingan warna yang sama. Contoh warna sekunder adalah warna hijau ( perpaduan warna biru dan kuning ), warna orange ( perpaduan warna merah dan kuning ), warna ungu ( perpaduan warna merah dan biru )

3). Warna Tersier

Warna tersier merupakan campuran warna primer dengan warna sekunder, atau ketiga warna sekunder. Warna yang termasuk dalam golongan ini adalah warna cokelat (perpaduan antara merah, kuning dan biru ).

4). Warna Netral

Warna netral merupakan campuran dari ketiga warna. Warna yang termasuk dalam golongan ini adalah warna hitam.

Catatan : Sebaiknya menggunakan warna dalam satu turunan saja, misalnya dalam sebuah bidang ditonjolkann warna merah maka bidang lainnya adalah warna merah muda. Jika mencampurkan lebih dari dua warna yang kontras maka perlu ada pemetaan pada bidangnya. Apabila akan menambahkan satu warna lagi, sebaiknya warna ketiga menggunakan warna netral atau warna salem, sehingga percampuran warna tersebut tidak berkesan ramai.

  • Pilihan Detail Arsitektur

Sebuah fasad akan terlihat lebih menarik jika memiliki sentuhan detail arsitektural. Detail arsitektural ini merupakan pilihan utama dalam merenovasi sebuah fasad. Dengan adanya detail arsitektural maka dapat memberi pembeda antara fasad exsisting yang memenuhi bidang atau yang kosong sesuai fungsinya.

Detail arsitektural dapat berupa bentuk garis-garis vertikal maupun horizontal. Ada pula berupa bentuk lis-lis beton, lis profil dinding dan plafon, panel arsitektural, ornamen kotak-kotak, dan lain sebagainya. Dalam menambahkan detail arsitektural sebaiknya juga tetap mempertahankan konsep dari fasad itu sendiri. Misalnya terdapat unsur lengkung disalah satu bidang maka unsur itu bisa ditambah pada bidang lain.

  • Aplikasi Matereial

Material adalah elemen pendukung tampilan fasad. Tanpa material, tampilan bangunan akan terkesan monoton. Material pelengkap fasad terdiri dari dua macam, yaitu material alam dan material campuran olahan alam. Material alam merupakan unsur yang diambil dari alam, seperti batu, kayu, dan lain-lain. Sementara material campuran olahan alam, misalnya semen, pasir, atau batu yang nantinya membentuk beton.

Dalam aplikasi material, sebaiknya beri materi pada beberapa bidang tertentu atau datu bidang saja sebagai yang diekspos pada fasad. Material ini berkesan berat sehingga aplikasinya tidak diberikan di seluruh bidang.

  • Kombinasi Tiga Material

Tiga elemen utama pengolah fasad yaitu kombinasi warna, material dan detail arsitektural. Kombinasi tiga elemen pengolah fasad ini sangat dibutuhkan karena ketiga elemen tersebut apabila disatukan dapat menjadi penyeimbang sebuah tampilan fasad.

 

LIHAT JUGA PORTOFOLIO DESAIN LENGKAP KAMI :

klik pada list sesuai judul portofolio !!!!